PALEMBANG — Nilai kontrak proyek prasarana kereta api ringan atau Ligh Rail Transit (LRT) Palembang mengalami perubahan. Nilai proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk tersebut turun menjadi Rp. 10,9 triliun dari perjanjian kontrak sebelumnya sebesar Rp. 12,5 triliun.

Perubahan nilai kontrak tersebut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan lewat penandatangan Adendum Kontrak 1 yakni nilai proyek LRT Palembang pada Kamis kemarin (16/2). Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Kereta Api Ringan/LRT, Suranto dengan Kepala Divisi 1 Waskita Joko Herwanto, LRT Palembang justru secara penuh akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menyikapi hal tersebut wakil gubernur Sumatera Selatan, H. Ishak Mekki memastikan bahwa pambangunan LRT masih tetap berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Walaupun dana dipotong saya yakin dapat diatasi oleh pihak swasta  dan selesai sesuai target,” ungkap orang nomor dua di Sumsel ini pada awak media, Jumat (17/02).

Kondisi anggaran Sumsel yang sulit saat ini, dikatakan Ishak juga tidak terlalu berpengaruh dengan adanya pembangunan LRT dikarenakan dananya secara penuh ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Ishak mengungkapkan, jika terjadi kekurangan dana sedikit dan pemerintah daerah masih bisa mengatasinya maka pembangunan LRT masih akan tetap dilakukan.

“Iya sedikit mungkin bisa diselipkan dana oleh Pemda, sebenarnya anggaran kita juga lagi sulit,  tapi saya yakin pihak swasta mengatasi  ini,  yang penting LRT itu dapat selesai sesuai komitmen Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Palembang di Sumatera Selatan dengan total panjang 23,4 km menggunakan lebar jalur 1067 mm. Ruang lingkup pembangunan terdiri dari jalur sebagian besar merupakan jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi (termasuk 9 gardu listrik) dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing terdiri dari 3 kereta. Adapun masing-masing kapasitas kereta adalah 180-250 penumpang. (juniara)

Artikel Terkait