PALEMBANG — Perubahan Nilai kontrak proyek prasarana kereta api ringan atau Ligh Rail Transit (LRT) Palembang yang sebelumnya bernilai Rp. 12,5 triliun berkurang menjadi Rp. 10,9 triliun.

Namun Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin tidak khawatir hilangnya 1,6 triliun dari nilai proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya Tbk tersebut akan berpengaruh dengan pembangunan LRT.

“Itu persolan mereka, kita terima jadi, pembangunan tetap berjalan walaupun anggaran di pangkas, jadi tenang saja,” tegasnya usai menjadi Inspektur Apel Kesiapsiagaan penanggulan karhutla di Griya Agung, Sabtu (18/02).

WhatsApp Image 2017-02-18 at 12.13.34

(sumber foto: Laskarwongkito.com)

Perubahan nilai kontrak tersebut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan lewat penandatangan Adendum Kontrak 1 yakni nilai proyek LRT Palembang pada Kamis kemarin (16/2). Penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Kereta Api Ringan/LRT, Suranto dengan Kepala Divisi 1 Waskita Joko Herwanto. LRT Palembang justru secara penuh akan didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumsel, H. Ishak Mekki juga telah memastikan bahwa pambangunan LRT masih tetap berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Walaupun dana dipotong saya yakin dapat diatasi oleh pihak swasta  dan selesai sesuai target,” ungkapnya.

Kondisi anggaran Sumsel yang sulit saat ini, dikatakan Ishak juga tidak terlalu berpengaruh dengan adanya pembangunan LRT dikarenakan dananya secara penuh ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Namun, Ishak mengungkapkan, jika terjadi kekurangan dana sedikit dan pemeri daerah masih bisa mengatasinya makan pembangunan LRT masih akan tetap dilakukan.

“Iya sedikit mungkin bisa diselipkan dana oleh Pemda, sebenarnya anggaran kita juga lagi sulit,  tapi saya yakin pihak swasta mengatasi  ini,  yang penting LRT itu dapat selesai sesuai komitmen Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan LRT Palembang di Sumatera Selatan dengan total panjang 23,4 km menggunakan lebar jalur 1067 mm. Ruang lingkup pembangunan terdiri dari jalur sebagian besar merupakan jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi (termasuk 9 gardu listrik) dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing terdiri dari 3 kereta. Adapun masing-masing kapasitas kereta adalah 180-250 penumpang. (juniara)

Artikel Terkait