Lakarwongkito.com — Saat ini memang banyak masyarakat yang menggunakan taksi atau ojek online. Hal inilah yang memicu para supir biasa merasa tersaingi. Terlebih taksi atau ojek online merupakan transportasi yang dirasa aman dan nyaman oleh masyarakat yang menggunakan. Seperti yang terjadi belakangan ini, di beberapa daerah banyak supir online yang menjadi bulan-bulanan pengeroyokan tanpa tahu kesalahan sang sopir online tersebut.

Taksi-Online

(sumber foto: cdn.rimanews.com)

Bahkan di Palembang juga terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin ll, dimana sang sopir yang sedang mengantar pelanggannya yang sedang berhenti, tiba-tiba diamuk oleh sekelompok massa tak dikenal.

Nah dari pada jadi anarkis, mending ikutin nih tips berikut ini.

1. Banyakin piknik

Seperti kata banyak orang “Banyak panik karena kurang piknik”. Jadi, mungkin itu juga yang menyebabkan para sopir angkutan umum bertindak anarkis kayak kejadian yang di Jakarta. Pikiran selalu merasa tertekan sehingga semua persoalan ditanggapi dengan urat keras, muka keras sambil pegang kayu keras.

Sekali-sekali ya dinginin tuh kepala dengan piknik. Tapi ya mau gimana lagi, kehidupan di kota besar memang  begitu sejak dari sononya. Boro-boro piknik, punya uang aja segitu-gitunya buat disetor. Nah buat sopir di Palembang, banyak-banyakin piknik ya. Tapi jangan kebanyakan, ntar yang cari kerja siapa?

2. Selalu berfikiran positif

Punya saingan itu nggak selalu negatif, itu mungkin jadi suatu acuan semangat agar kita bisa lebih dan lebih lagi memperbaiki layanan taksi kita, ya kan? Pokoknya selalu bepikiran positif deh biar nggak kayak di Jakarta tuh, anarkis banget. Kayaknya sumbu pemicu emosinya pendek banget.

wn-somalia-tewas-dikeroyok-pak-ogah-di-tebet-gara-gara-mabuk

(sumber foto: cdns.klimg.com)

3. Rezeki nggak ke mana

Namanya bisnis atau usaha pasti ada pasang surutnya. Kadang penumpang ramai, kadang sedikit, kadang malah nggak ada penumpang sama sekali. Saatnya berpikir bahwa “Rejeki nggak ke mana”, karena semua sudah diatur sama yang ‘di atas’ sana. Yang penting kita selalu berusaha dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya sebagai penyedia layanan jasa.

4. Ramah, rapi dan bersih

Konsumen mana sih yang nggak seneng kalo naik taksi dilayani dengan pelayanan yang baik? Sopir yang ramah ngeladenin rewelnya kamu, kondisi taksi yang bersih dan ada wangi-wangiannya nggak bau kaos kaki, penampilan sopir taksi yang rapi nggak bau ketek sama nggak ngerokok. Konsumen  nggak bakalan lari deh ke taksi online kalau pelayanannya begitu. Tapi para konsumen juga jangan sampai songong kelakuannya, pake acara nawar lagi bayar argonya.

5. Harga sesuai argo

Nah ini! Kadang masih ada sopir yang pake harga “nembak” kalo nganter penumpang, dengan alasan argonya rusak. Biasanya ini dilakuin oleh para sopir taksi dadakan. Harga yang dipatok juga nggak sesuai dengan harga kalau pake argo apalagi kalau mereka liat kamunya bukan orang Palembang. Alasan inilah yang kadang bikin males penumpang buat naik taksi.

Gimana, setuju nggak? Udah baca dishare ya ke orang-orang biar sampai ke para pengemudi taksi. (red/dil)

Artikel Terkait