PALEMBANG — Istilah tax amnesty atau pengampunan pajak belakangan ini kerap kali kita dengar di media massa. Secara sederhana, amnesti pajak adalah penghapusan sanksi bagi Wajib Pajak (WP) yang menyimpan dananya di luar negeri dan tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak di dalam negeri.

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin dalam kegiatan sosialisasi amnesti pajak di hotel Novotel, Senin (01/8) mengatakan sosialisasi amnesti pajak ini untuk menyadarkan para wajib pajak (WP) agar menaruh kepercayaan terhadap bank dalam negeri untuk aktifitas menabung dan investasi.

“Amnesti pajak ini merupakan kesempatan langka dan harus dimanfaatkan para WP, jika tidak ingin dapat sanksi dari negara. Lagipula lebih baik harta kekayaan itu diinvestasikan dalam negeri dan pajaknya jangan lupa dibayar,” tegasnya.

Alex Noerdin menambahkan anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang masuk ke Sumsel sebesar Rp 68 triliun pada tahun lalu untuk pembangunan infrastruktur di Sumsel.

Menurutnya, berkat APBN itulah Sumsel kini mulai jadi provinsi terdepan di Indonesia karena  sektor pembangunan yang terus digenjot. “APBN itu yang terbanyak ya dari sektor pajak. Para WP di Sumsel juga saya ingatkan supaya patuh bayar pajak dan memanfaatkan amnesti pajak karena dampaknya ke daerah kita,” katanya.

Sementara Kakanwil DJP Sumsel Ismiransyah  mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah pusat memindahkan dana dan aset negara uang disimpan di luar negeri.

Amnesti pajak yang berlaku mulai pada Agustus ini, akan berakhir pada 31 Maret 2017.

“Wajib pajak ataupun yang tidak wajib pajak, mudah-mudahan masyarakat kita mendukung program ini. Saya sepakat dengan Pak Gubernur bahwa pajak nantinya bermanfaat bagi pembangunan daerah kita,” tutupnyanya. (juniara)

RelatedPost