PALEMBANG — Kepedulian Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap dunia pendidikan memang sudah tidak diragukan lagi. Pendidikan di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) pun tidak luput dari perhatian Pemerintah Provinsi Sumsel.5

Berbagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan di dalam lapas terus digulirkan Pemprov Sumsel. Salah satunya lapas anak Pakjo Palembang yang didalamnya memiliki sekolah filial mendapat berbagai dukungan pemerintah Sumsel mulai dari penyediaan guru yang berasal dari salah satu sekolah terbaik di Palembang, bahkan hingg
a penghargaan berupa Umroh gratis pagi bagi para guru lapas.

Gub4ernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menilai, sekolah filial ini merupakan trobosan yang sangat laur biasa yakni ada sekolah di dalam lapas, bahkan mampu mengeluarkan lulusan baik di tingkat SD, SMP dan SMU.

Menurut Alex, ini satu-satunya di Indonesia dan nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas laboratorium komputer dan laboratorium bahasa serta penyediaan gurunya sendiri berasal dari salah satu sekolah terbaik di Palembang.

“Jadi mereka menebus kesalahannya disini, ya kalau salah harus menanggung akibatnya namun sement9ara itu mereka tetap tidak meninggalkan pendidikannya, dan akan mendapat ijazah. Bahkan diharapkan fasih berbahasa Inggris dan berbagai bahasa lainnya,” ungkap Alex Noerdin dalam acara pemberian remisi bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Anak Pakjo Palembang, Rabu (17/8).

Lanjut Alex mengungkapkan, satu hal yang dilakukan disini bahwa hanya lapas anak pakjo Palembang yang memiliki sekolah filial yang sudah berjalan selama 6 tahun dan sudah melahirkan lulusan SD, SMP dan SMU

“Mudah-mudahan m2ereka semua tidak mengulangi kesalahannya lagi, dan menebus kesalahannya dengan melakukan hal yang baik,” ujar Alex.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Ham Provinsi Sumsel Juliusman Purba mengungkapkan, pembinaan anak yang bermaslah dengan hukum tentunya tidak disamakan dengan pembinaan orang dewasa, pembinaan anak yang tersandung hukum lebih difokuskan pada pendidikan budi pekerti untuk membentuk karakter anak yang kuat dan mandiri.

“Dengan pembinaan dan pendidikan budi pekerti ini diharapkan mampu membentuk karakter anak yang kuat, mandiri, percaya diri dan siap kembali dilungkungan keluarga dan masuarakat,” terangnya.1

Sementara, total keseluruhan narapidana di Sumsel yan mendapatkan remisi sebanya 4.976 orang. Remisi ini diberikan setelah memenuhi ketentuan yang berlaku seperti telah menjalani pembinaan selama enam bulan atau lebih terhitung sampai 16 Agustus 2016. (adv)

 

RelatedPost