PALEMBANG — Pelaksanaan program pengampunan pajak atau tax amnesty sudah memasuki periode kedua mulai 01 Oktober lalu dengan tarif terendah tiga persen bagi dalam negeri.

Program tax amnesty merupakan hak bagi seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali para pegawai negeri sipil (PNS) juga pejabat negara. Termasuk Sekretaris Daerah Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman, yang akan mengikuti program tax amnesty periode kedua.

Mukti Sulaiman, mengungkapkan dirinya memang telah memiliki rencana mengikuti program tax amnesty. “Oh iya, saya pasti ikut tetapi belum daftar, nanti periode kedua yang 3 persen,” Jelas.

Menurutnya, tax amnesti merupakan kesempatan emas bagi wajib pajak untuk melaporkan harta kekayaan yang dimiliki. “Nanti kalau kita tidak bayar kita kena penalti, beratkan? Jadi, ada untungnya bagi kita, tidak terlalu berat dan harta kita bisa legal,” kata Mukti.

Berbeda dengan Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin yang mengatakan dirinya tidak mengikuti program amnesty pajak. “Yang jelas harta diluar negeri dak katek, tapi kalu disini lah dilaporke galo harto aku,” tegas Alex, saat ditemui awak media di Griya Agung, Jumat (7/10),

Tetapi, Alex Noerdin tetap mengihimbau kepada wajib pajak yang belum melaporkan hartanya untuk mengikuti amnesty pajak. Ia juga mengapresiasi sosialisasi yang gencar dilakukan seluruh pihak pemerintah karena hasilnya sangat memuaskan.

“Himbauannya saya rasa sudah cukup, karena pemerintah mengingatkan berkali-kali dan apalagi hasil tahap pertama melampaui target,” tutupnya. (juniara)

Related Post