PALEMBANG — Pembangunan pasar Cinde modern yang semestinya mulai dilakukan pada bulan Oktober ini. Namun, kenyataannya diundur hingga akhir tahun ini Hal ini Diungkapkan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin, Selasa (4/10).

Dijelaskan Alex, pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu mengenai harga. “Tanggal 8 November itu sosialisasi harga. Saat ini harga tersebut sudah selesai tapi masih kita kumpulkan dulu, karena dinilai kerendahan. Ini lagi difinalisasi harga tersebut, Jumat nanti selesai lalu diberikan ke Camat dan akan disosialisasikan,” ucap Alex.

Tanggal 8 November itu juga, sambung Alex, tempat penjualan sementara lapak-lapak tersebut sudah mulai dibangun. “8 November juga hasil kajian tim purbakala selesai, jadi sebelum Januari kita sudah ground breaking,” tambahnya.

Alex menambahkan, ada ciri khas dari pasar Cinde tersebut yang tidak akan ditinggalkan, yaitu tiang cendawan. “Tadi Rektor Unsri mengatakan sudah melakukan penelitian sejak 20 tahun yang lalu jauh sebelum menjadi Rektor, bahwa tiang-tiang dan struktur bangunan beton pasar Cinde itu sudah diragukan, bisa roboh setiap saat,” kata Alex.

Dijelaskan, pihaknya minta ke Unsri beberapa bulan yang lalu, di scan dan rontgen tiang-tiang tersebut dan hasilnya sudah keropos semua. “Jadi masuk kategori berbahaya, jadi mau tidak mau pasar Cinde itu harus segera direnovasi total dan itu sudah dilakukan 2 kali, kalau tidak salah tahun 1971 dan 1981. Jadi kita harus segera bulan Desember ground breakingnya, supaya selesainya sebelum Agustus 2018,” tandasnya. (juniara)

RelatedPost