PALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan saat ini telah memasuki musim kemarau, cuaca panas mulai meningkat hingga 42° celcius. Tentunya kondisi seperti ini rentan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang berakibat munculnya kabut asap.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan dalam sosialisasi restorasi gambut di hotel Aryaduta, Selasa (09/8) menginstruksikan kepada Bupati yang daerahnya rawan terjadi karhutla agar turun lapangan dan memeriksa secara langsung.

“Titik-titik hotspot sudah terpantau, oleh karena itu Bupati harus turun ke bawah. Perintahkan camat dan kades untuk berada di tempat karena persoalan karhutla yang kita hadapi tidak main-main,” tegasnya.

Alex noerdin juga menegaskan kepada perusahaan-perusahaan untuk turut berpartisipasi dan ambil peran dalam menangani persoalan karhutla. “Bagi perusahaan yang tidak ikhlas dan tidak ikut dalam hal ini akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah Sumsel telah memberikan dukungan dan membela perusahaan yang tidak bersalah dalam kejadian karhutla tahun lalu. “Saya yang membela mati-matian perusahaan yang tidak bersalah tetapi saya juga yg mendorong untuk memberikan sanksi apabila ada yang melanggar,” ucap orang nomor satu di Sumsel.

Alex noerdin juga meminta semua pihak yang terkait agar menyakinkan masyarakat bahwa Sumsel tahun ini aman dari karhutla dan kabut asap. “Yakinkan masyarakat bahwa kita sudah membaik,” tutupnya. (juniara).

RelatedPost