Pangkal Pinang – Mengobati kerinduan warganya (Sumsel) yang menetap di Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Sumsel Alex Noerdin berkunjung ke Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung Minggu (22/4) di Hotel Novotel. Selain bersilaturahmi, kedatangan Pelopor Sekolah Gratis ini juga sekaligus dalam rangkaian mensosialisasikan Asian Games XVIII 2018.

Dalam sambutannya, Gubernur Sumsel Alex Noeedin mengakui perkembangan Kota Pangkal Pinang menunjukkan kemajuan signifikan. Hal itu terlihat dari Bandara Depati Amir yang semakin modern serta penataan kota yang kian rapi.

“Saya yakin kalau dipimpin walikota yang tepat, Pangkal Pinang tak akan kalah dengan Palembang. Tadi pas turun di airport saya lihat bandaranya sudah bagus sekali,” ujarnya.

Dikatakan Alex, sebagai gubernur Sumsel sudah sewajarnya ia datang ke Babel yang memang banyak juga didiami warganya. Karena itu selain mensosialisasikan Asian Games, kedatangannya ke Pangkal Pinang ini memang sengaja untuk mengobati kerinduan warga sekaligus melepas kangen.

“Sekalian juga menggaungkan perhelatan olahraga terakbar yang akan digelar di Sumsel Agustus mendatang, Asian Games. Dengan sosialisasi ini saya harap masyarakat Babel dan masyarakat Sumsel yang menetap di Babel mengetahui apa saja dampak  penyelenggaraan Asian Games di Palembang. Tapi saya datang bukan sembarang datang, saya datang untuk juga untuk mengobati rindu,” ungkapnya disambut tepuk tangan ribuan warga yang hadir.

Selain memaparkan sejumlah video progres perispan Asian Games, komplek Jakabaring Sport City (JSC) dan kesiapan venue, Alex juga menayangkan video embarkasi haji kebanggaan Palembang yang dinobatkan sebagai embarkasi haji terbaik di Indonesia. Selain itu juga ditampilkannya video tentang pembangunan Masjid Raya Sriwijaya di Jakabaring yang super megah.

Menurut Alex Noerdin, Asian Games bukan sebatas penyelenggaraan kompetisi semata tapi memberikam dampak luar biasa bagi perkembangan Kota Palembang dan Sumsel. Dengan terpilihnya Sumsel sebagai tuan rumah bersama Jakarta tak kurang Rp68 triliun dana pusat mengucur untuk sejumlah pembangunan  infrastruktur  di Palembang.

” Karena Asian Games kita dapat 4 jembatan, fly over, underpass, rumah sakit internasional, LRT, penambahan kapasitas air bersih dan listrik serta kapasitas bandara dari 2 juta hingga 4 juta penumpang. Kalau mau bangun semua itu oakai APBD Sumsel tidak akan cukup. Jadi semua harus tahu inilah dampak positif Palembang menjadi tuan rumah Asian Games,” paparnya.

Semua itu lanjut Alex didapat bukan tanpa kerja keras, melainkan dengan perjuangan. Setidaknya ada tiga modal yang dimiliki Sumsel untuk bisa mewujudkan diri menjadi tuan rumah Asian Games. Masing-masing yakni karena Sumsel bisa menjaga diri sebagai daerah yang zero konflik, sehingga invedtor maupun negara peserta Asian Games tidak ragu ke Palembang. Yang kedua karena Sumsel memiliki segudang pengalaman menyelanggaran berbagai event olahraga baik level nasional maupun internasional. Sebut saja seperti PON 2004, kemudian Sea Games 2011, ISG 2013 serta Asian University Games (AUG) dan sejumlah event lainnya yang mencapai 42 lebih sejak tahun 2011-2017.

“Yang terakhir karena kita punya fasilitas yang lengkap. Coba lihat daerah lain yang pernah menggelar PON bagaimana kondisi venue nya sekarang? Kalau kita bagus lihat saja di JSC, bagus dan makin lengkap semua ada dan terintegrasi di satu lokasi. Ini jadi kelebihan kita sehingga atlet tidak perlu kemana-mana lagi, menginap, makan  dan bertanding semua disitu. Ke venue paling jalan kaki 5 menit,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Sumsel yang berada di Babel, Datuk Ramli Sutanegara mengatakan sebenarnya sudah lama warga keturunan Sumsel yang berada di Babel ini ingin bertemu dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Selama ini menurutnya mereka hanya mendengar  dari mulut ke mulut saja mengenai kehebatan Gubernur Sumsel Alex Noerdin memajukan provinsi terkaya nomor 5 di Indonesia tersebut. Meski berada di seberang pulau, mereka kata Datuk tak pernah ketinggala berita soal prestasi dan karya yang dilakukan Alex Noerdin di Sumsel dan Palembang. Termasuk soal keberanian Alex menyulap Jakabaring yang tadinya rawa-rawa menjadi komplek olahraga berstandar internasional.

“Walaupun kami disini kami tahu apa yang sudah beliau lakukan sangat spektakuker. Palembang bahkan bisa mengalahkan Kota besar lainnya. Begitu juga JSC bisa kalahkan negara besar lain dan ini karya pak Alex,” ujarnya.

Karena itu mewakili warga Sumsel yang ada di Babel Datuk mengaku senang sekali dengan kedatangan Alex Noerdin di sela kesibukannya.

“Kami sangat berterima kasih Pak Alex sudah mau hadir.  Semoga kunjungan Gubernur Sumsel ini dapat memberikan  motivasi bagi rakyat Babel untuk membangun Babel lebih baik ke depan,” jelasnya.

Selain melepas kerinduan dengan warga dan mensosialisasikan Asian Games, dalam kesempatan tersebut Gubernur Sumsel Alex Noerdin juga dianugerahi gelar istimewa Dato Radindo Setia Amanah. Gelar ini disematkan kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin karena kepemimpinannya dinilai telah berhasil membawa Provinsi Sumsel maju dan sejahtera hingga berimbas ke Provinsi Bangka Belitung.

Darjah Gelar Adat ini diberikan melalui musyawarah Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Jerieng Provinsi Kepulauan Babel.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Pjs Walikota Palembang Akhmad Najib, Pjs Walikota Prabumulih Richard Cahyadi, Pjs Walikota Lubuklinggau Riki Junaidi, serta  Sekda Provinsi Kepulauan Babel Yan Megawandi, Ketua DPRD Provinsi Babel Didit Srigusjaya serta calon walikota Pangkal Pinang Maulana Akil (Molen).

Kedatangan Alex Noerdin yang memang sudah sejak lama dinantikan, tak urung membuat warga yang datang dalam acara silaturhami itu langsung mengekspresikan kerinduan. Alex pun tak henti-hentinya jadi ajang buruan warga untuk berswafoto bersama hingga acara selesai digelar.

Artikel Terkait