PALEMBANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta warga Sumatera Selatan yang tergabung dalam aksi demo di Jakarta, 4 November mendatang bersikap tertib dan tidak terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis.

Akѕi dеmо 4 november 2016 tersebut diрrаkаrѕаi kеlоmроk Gerakan Nasional Pеngаwаl Fаtwа Mаjеliѕ Ulаmа Indonesia (GPNF MUI) ѕеbаgаi аkѕi protes tеrhаdар Gubernur DKI Jаkаrtа Bаѕuki Tjаhаjа Purnama (Ahоk) atas uсараn yang diаnggар mеniѕtаkаn agama.

Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin mengungkapkan, pihaknya telah menerima informasi rencana keberangkatan sekitar 200 orang dari Sumatera Selatan menuju Ibu kota terkait rencana aksi demo kasus dugaan penistaan yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama.

Dalam keterangannya kepada awak media di Palembang, Rabu (2/11) Alex mengatakan, mobilisasi massa dari Sumsel untuk bergabung dalam aksi demo di Jakarta tidak bisa dicegah karena merupakan hak dalam berdemokrasi. Namun, dirinya mengingatkan warga Sumsel tetap tertib dan tidak berlaku anarkis dalam melaksanakan aksinya.

” Ada sekitar 220 orang yang berangkat. Boleh saja, kan demo itu diizinkan tapi tidak boleh anarkis dengan pembatasan. Maunya mereka berangkat kesana juga tidak bisa ditahan.” Ujar Alex.

Meski aksi 4 November nanti disebut-sebut akan melibatkan ribuan orang dari benagai daerah, Alex yakin jalannya demo akan berlangsung damai mengingat para peserta sebagian besar terdiri dari pemuka agama.

“Insyallah tidak kan ribut-ribut karena yang berangkat juga dari kalangan habib dan ustad,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah ormas islam di Sumatera Selatan menyatakan akan turut ambil bagian dalam aksi damai di Jakarta pada demo 4 November nanti. Diperkirakan akan ada sekitar 5000 warga asal Sumsel yang akan berangkat dengan pemberangkatan secara bertahap. (juniara)

RelatedPost