PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan H. Alex Noerdin dihadapan para peserta The 1st Asia Bonn Challenge di Sepucuk kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Sealatan, menyebutkan bahwa keberhasilan Sumatera Selatan dan Pemerintah Pusat dibantu oleh pemerintah daerah merestorasi lahan gambut menjadi sebuah lahan yang produktif sudah cukup membuka mata dunia.

(sumber foto: rilis pemprov sumsel)

Dijelaskan Alex, untuk merestorasi lahan gambut yang sudah rusak akibat terbakar tentu bukanlah hal yang mudah, butuh waktu belasan tahun, oleh karenanya perlu diapresiasi agar ini terus bisa dikembangkan dilokasi yang lebih luas lagi sesuai yang ditargetkan bersama.

“Inilah manfaat yang bisa dipetik dari kunjungan langsung ke Pulau Sepucuk Kabupaten OKI, para peserta Bonn Challenge bisa hasil yang ada di proyek percontohan yang sudah drestorasi oleh pemerintah pasca terbakar pada tahun 2006 lalu,” jelas Alex disela acara kunjungan kepulau Sepucuk,” katanya, Selasa (09/05).

Menurutnya perlu disykuri setelah memekan waktu cukup lama, akhirnya pemerintah bisa menemukan metode menanam tanaman yang bisa di tanam dilahan yang sudah terbakar dan tidak termanmanfaatkan, selain itu lahannya adalah lahan gambut, sperti yang ada dilahan gambut yang ada dilokasi Sepucuk dengan luas lokasinya seluas 1000 hektar.

Lebih lanjut ia menambahkan Bonn Challenge pertama kali diprakarsai oleh adanya pertemuan Menteri Lingkungan Hidup dengan International Union for Conservation Nature (lucN) di tahun 2011 di Kota Bonn Jerman, yang menargetkan akan merestorasi hutan dunia dengan tahun 2020 sebanyak 150 juta hektar selaras dengan Deklarasi New York 2014 tentang Hutan.

“Untuk Bonn Challenge di Sumsel sasarannya adalah restorasi, yang kemudian kemudian diharapkan mampu mengurangi pemanasan global akibat efek gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim dunia,” tutupnya.(juniara).

Artikel Terkait