Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin secara resmi membuka Seminar Nasional Pengelolaan Lingkungan 2017 bertajuk  “Sains dan Teknologi Menunjang Keberlanjutan Pembangunan Berwawasan Lingkungan” di Gedung Pasca Sarjana Unsri, Kamis (2/11).

Selain Gubernur Sumsel acara tersebut juga dihadiri  Kepala BPSDM Kementerian ESDM Prof. Dr. Ir. IGN Wiraatmaja Puja, Wakil Rektor Unsri Rachmat Muslim serta keynote speaker Prof Dr Ir Eddy Ibrahim M.S yang juga merupakan Ketua program magister (S2) Pengelolaan lingkungan program pasca sarjana Unsri.

Berdasarkan data yang dimiliki panitia tercatat tak kurang ada 64 makalah yang masuk. Dari jumlah tersebut dipiloh 30 makalah yang masuk seleksi dan 7 di antaranya dinyatakan layak untuk dilakukan oral presentation. Seminar ini sendiri merupakan seminar tahunan dari program Magister Manajemen Pengelolaan Lingkungan program pasca

“Alhamdulillah kita semua dapat hadir di acara ini. Acara seminar seperti ini memang tepat sekali karena sekarang jadi trending topik dunia. Bahwa pembangunan yang dilakukan harus berwawasan lingkungan,” ujarnya.

Diapun sangat mengapresiasi kegiatan ini karena digelar oleh Unsri yang memang sedang mewujudkan diri menjadi world class university. “Jadi mahasiswa itu memang harus seperti itu bukan hanya bisa demo dan bicara saja tapi harus berani bergerak,” tambahnya.

Sejauh ini lanjut Alex Provinsi Sumsel juga terus berupaya melakukan pembangunan berwawasan lingkungan. Contoh paling konkret adalah dengan menjadikan kawasan Jakabaring Sport City (JSC) yang jadi kebanggan wong kito sebagai green sport city.

Bahkan untuk mendukung green sport city di kawasan tersebut, pada Asian Games mendatang Alex berencana mengoperasikan hydrogen bus dan elektrical bus yang akan melayani kebutuhan transportasi atlet dan official selam perhelatan berlangsung.

“Kita sudah kerjasama dengan Denmark untuk masalah transportasi itu” ujarnya.

Demikian halnya untuk sampah di kawasan tersebut Alex meyakinkan akan diolah dengan sangat modern. Bahkan  untuk publik toilet juga akan disediakan 30 unit berstandar internasional. Serta  pengelolaan solid waste treatment untuk air siap minum.

” Paling baru saya akan ikut groundbreaking IPAL hibah dari Australia di Sungai Selayur,” ujarnya.

Sementara itu Wakil Rektor IV Unsri Ahmad Muslim mengatakan permasalahan lingkungan tidak akan pernah selesai seiring berkembangnya teknologi dan sains. Karena perkembangan teknologi dan sains secara otomatis meningkatkan pengaruhnya pada lingkungan seperti limbah yang dihasilkan.

“Limbah ini jelas akan mempengaruhi air dan udara. Hal itu pasti mengganggu apakah itu manusia atau juga flora n fauna. kalau ini terkonsumsi akan terkena penyakit,” jelasnya

Untuk itulah dia berharap melalui seminar-seminat seperti ini untuk menghasilkan ide-ide dan terobosan brilian agar lingkungan  tetap terjaga dengan aman. Bahkan bisa memberikan napas dan spirit baru dengan lingkungan yang sejahtera aman dan sehat. (rill)

Artikel Terkait