Meski banyak yang tetap meragukan kemampuannya karena telah menginjak usia 37 tahun, namun Alberto Goncalves menunjukkan kualitasnya dan menjawab kritikan tersebut dengan prestasi di lapangan hijau. Gelar pencetak gol terbanyak di turnamen Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 pun diraihnya untuk kedua kalo secara berturut-turut.

Beto sendiri mengaku saat ini dirinya tetap lapar akan gelar dan tidak menghiraukan omongan miring yang ditujukan kepadanya selama ini. “Yang paling sederhana, saya tidak pernah memainkan sosial media secara berlebihan. Karena kadang orang diluar menilai sepihak dan hanya berdasarkan pengamatan orang lain,” jelasnya usai pertandingan final melawan Arema FC, Minggu (4/3) malam di stadion Palaran.

Salah satu kejadian yang dicontohkan oleh Beto adalah saat dirinya dituduh oleh salah satu komentator televisi memiliki hubungan tidak harmonis dengan rekan setimnya, Manucechr Dzalilov.

Usai laga kedua babak penyisihan grup B melawan Madura United (26/2) kemarin Beto memang mendapat banyak kritikan karena dianggap bermain terlalu individualis. “Sekarang mereka mau bicara apa lagi, yang terpenting semua pemain bekerja keras dan bersama-sama, saya dan Manu juga hanya tertawa mendengar berita tersebut,” ungkapnya.

Terkait gelarnya ini, Beto sendiri menegaskan bahwa sejak awal dirinya tidak pernah menginginkan penghargaan pribadi. “Jika boleh memilih, saya lebih senang tim juara ketimbang saya menjadi top skor. Itu yang terjadi musim lalu, kalau sekarang saya bisa meraih keduanya tentu jauh lebih senang dan sangat bersyukur,” tegasnya.

Soal kansnya untuk terpanggil ke timnas, Beto menyatakan bahwa hal ini bukanlah tujuan utamanya saat ini. “Sebagai warga negara Indonesia yang baik, saya harus siap bila diminta. Tetapi jika tidak maka saya akan tetap memberikan yang terbaik untuk SFC,” pungkasnya.

Artikel Terkait