Sempat disorot karena masih paceklik gol, TA Musafri akhirnya mampu mengakhiri kebuntuan dengan merobek gawang Kurnia Meiga sekaligus mengantarkan Sriwijaya FC ke babak final Piala Presiden 2015. Pemain asal Ternate itu sendiri mengaku belakangan memang sedikit merasa tertekan akibat hal tersebut, namun tetap memilih fokus ke pertandingan.

“Di laga sebelum ini, sebenarnya saya juga punya peluang namun kurang beruntung. Ada yang kena tiang, ada yang semestinya masuk namun melebar. Walau saya mendengar banyak sorotan karena hal itu, tapi dukungan dari pelatih dan pemain membuat tekanan tersebut bukanlah sebuah masalah dan justru menjadi motivasi tambahan,” ungkap eks pemain PBR ini.

Apalagi diakuinya, statusnya yang kerap dibandingkan dengan Ferdinan Sinaga yang dipinjamkan ke PSM Makassar di turnamen Piala Presiden ini seolah membuat ekspektasi tinggi dari pecinta SFC. “Saya pun diberi nomor peninggalan Ferdinan Sinaga, jadi wajar kalau mereka membuat mereka membandingkan saya, tapi inilah sepakbola. saya bersyukur sekali karena gol ini sangat bernilai dan membawa tim ke partai final,” tambahnya.

Kedepan, dirinya pun berharap dapat meneruskan catatan positifnya di partai puncak dan membawa SFC menjadi juara. “Sejak awal bergabung, tim pelatih dan pemain saya lihat sangat bekerja keras. Apalagi dalam perjalannnya, banyak pihak yang tidak mengunggulkan SFC, itu yang menjadi pelecut kami. Namun ini belum selesai, masih ada partai final yang harus diselesaikan, tapi untuk sementara kami akan menikmati kemenangan ini dulu,” pungkasnya,