PALEMBANG — Setelah sempat tarik ulur dan tanpa kejelasan, Fahrudin Ariyanto akhirnya memutuskan untuk mundur dari Sriwijaya FC di awal Februari ini. Permintaan khusus dari calon mertua menjadi alasan khusus bek timnas ini akhirnya meninggalkan laskar wong kito dan akhirnya memiih bergabung dengan Madura United.

Fahrudin sendiri menemui manajer SFC, Nasrun Umar dan berpamitan, Rabu (1/2) pagi. “Memang benar Udin menemui manajer dan mengatakan bahwa dirinya memang diminta oleh calon mertuanya agar bermain di Pulau Jawa agar memudahkan pengurusan pindah dinas calon istrinya yang saat ini masih bertugas di Palu,” ungkap sekretaris tim SFC, Ahmad Haris saat dikonfirmasi Kamis (2/2) sore.

Berdasarkan pengakuan Fahrudin kepada manajemen, calon istrinya merupakan seorang Polwan dan syarat untuk kembali ke Pulau Jawa harus dengan alasan turut suami. Manajemen SFC pun disebutnya juga sudah mengeluarkan surat keluar bagi Fahrudin, Kamis (2/2) pagi.

Sementara itu, Fahrudin sendiri dalam akun instagramnya juga sudah menyampaikan pengunduran diri dari SFC. Dalam postingannya tersebut, Fahrudin mengucapkan terima kasih kepada manajemen SFC yang selama ini sudah memperlakukannya dengan sangat baik.

“Saya memohon maaf bila selama di SFC ada kata yang kurang berkenan atau sikap yang tidak pantas. Saya akan tetap mendoakan yang terbaik untuk SFC kedepannya,” ujar Fahrudin melalui pesan singkatnya.

Kepindahan Fahrudin sendiri akhirnya disambut gembira oleh supporter SFC yang menganggap kasus transfernya ini sangat bertele-tele. “Saya pikir SFC tidak boleh dan dalam sejarahnya juga tidak pernah bergantung dengan seorang pemain. Sikapnya tidak professional dan sangat terkesan mempermainkan manajemen, karena di awal menyatakan siap bertahan, lalu menghilang tanpa kabar serta mangkir latihan tentu sudah menunjukkan bahwa hatinya sudah tidak di Palembang. Meski butuh prestasi dan gelar juara, namun kami juga sangat menghormati etika,” kecam Ariyadi Eko, ketua umum Singa Mania. (dedi)

Artikel Terkait