PALEMBANG — Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Agung Hardjono menilai persiapan provinsi Sumatera Selatan dalam hal mencegah agar tidak terjadinya kebakaran hutan dan lahan sudah sangat matang.

Apalagi, ditahun 2016 Sumsel berhasil menurunkan secara signifikan jumlah titik panas (hotspot) dibanding tahun sebelumnya. Namun, Agung mengingatkan pemprov Sumsel agar tidak jumawa terlebih dahulu karena pada 2017 potensi terjadinya karhutla lebih tinggi dibandingkan 2016.

“2017 akan lebih kering, oleh karenanya kita harus berusaha lebih keras lagi untuk mengatasi karhutla,” ajak dia pada seluruh pihak terkait yang ada di Sumsel.

Menurutnya, Semua pihak terutama masyarakat harus terlibat dan berperan aktif dalam mencegah karhutla. “Dana desa bisa digunakan untuk melakukan pencegahan kebakaran, tapi sebelumnya butuh payung hukum mungkin dibuatkan Pergub atau Perbup,” kata dia, Sabtu (29/04).

Selain itu, ia juga mengharapkan agar semua pihak bersinergi dan berkoordinasi satu sama lain dalam menciptakan solusi untuk mengatasi karhutla.
“Kita perlu ada satu model, mungkin dari rapat koordinasi khusus pencegahan karhutla bisa menghasilkan solusi penanganan yang sistemik, dan untuk hal itu mari kita bersama rumuskan berasama,” ajaknya.(juniara)

Artikel Terkait