PALEMBANG — Adanya pergantian pelatih di tim Sriwijaya FC mendapat tanggapan dari beberapa pemain laskar wong kito. Meski merasa cukup kaget, namun para punggawa SFC mengaku dapat menerima keputusan ini.
“Ini hal biasa di sepakbola, sebagai pemain profesional tentu saya harus siap. Siapapun pelatihnya kami mesti mampu bekerjasama nantinya,” ungkap kapten tim SFC, Yu Hyun Koo saat dihubungi Minggu (26/3) sore.
Menurutnya, dengan waktu yang sangat mepet jelang Liga 1 Indonesia, perlu kerja keras untuk menyatukan kekompakan tim kembali dengan pelatih. “Tapi seluruh pemain sejauh ini tetap kompak dan kondusif. Walau ada pergantian pelatih, kami semua tetap semangat untuk berjuang meraih gelar juara nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, meski sama-sama berasal dari Brasil, Alberto Goncalves mengaku datangnya Osvaldo Lessa tidak otomatis menjadi sebuah keuntungan bagi dirinya. “Saya memang pernah dilatih olehnya dan satu negara, tetapi bukan berarti nanti sudah pasti bermain. Untuk merebut 1 posisi di starting eleven harus tetap bekerja keras,” ujar top skor SFC di kompetisi Torabika Soccer Championship (2016) lalu ini.
Dirinya pun menyebut enggan berbicara banyak mengenai hal ini. “Soal keputusan ini merupakan wewenang manajemen dan mereka yang harus menjelaskannya. Saya respek dengan pelatih yang lama, sebagai pribadi kami tidak ada masalah dan kemarin waktu pamitan pun saling mendoakan,” tambahnya.
Manajemen sendiri menyebut kehawatiran akan adanya eksodus pemain pasca kepergian WCP tidaklah benar. “Tidak ada pemain yang keluar kecuali M Ridwan yang memang tidak diperpanjang kontraknya, jadi rumor itu tidaklah benar,” ujar sekretaris tim SFC, Achmad Haris.
Sementara itu, kelompok suporter SFC, Ultras Palembang mengaku cukup kecewa dengan keputusan manajemen ini. Melalui akun pribadinya, Agung Fahrurrozi menyebut pergantian pelatih di tengah mepetnya waktu kompetisi sangat perlu dipertanyakan. “Ini seperti misteri, jangan sampai hal ini nantinya akan menjadi alasan bagi manajemen bila nanti tidak juara, pelatih yang baru perlu waktu untuk adaptasi permainan,” kritiknya. (dedi)

Artikel Terkait