Wildansyah menjadi salah satu pemain Sriwijaya FC yang memegang peranan penting selama turnamen Piala Presiden 2015. Tidak hanya selalu bermain di 3 laga putaran grup B, eks pemain Pelita Bandung Raya (PBR) ini pun turut menyumbangkan 1 gol saat laskar wong kito mengalahkan Persela Lamongan 2-0 yang sekaligus memastikan merebut 1 tiket ke babak 8 besar dengan status pemuncak klasemen menggeser tuan rumah Arema Cronus yang harus puas di peringkat kedua.

Namun cerita unik tersaji di balik lahirnya gol pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini sebelum laga melawan Persela Lamongan kemarin. Diakui Wildansyah, golnya yang berhasil dicetaknya tersebut dipersembahkan untuk sang ibu, Aan Kadariah yang disaat bersamaan hendak berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.

“Sebenarnya saya sudah ada rencana meminta izin kepada manajemen untuk pulang sebentar mengantar keberangkatan ibu ke tanah suci. Namun justru ibu saya yang melarang karena setelah tahu kondisi tim yang tengah berjuang merebut 1 tiket babak 8 besar,” jelasnya.

Saat tahu laga Persela Lamongan merupakan partai hidup mati bagi SFC, sang ibu malah tidak mengizinkanya pulang dan meminta Wildansyah agar tetap fokus bersama tim. “Beliau mengatakan kepada saya untuk tetap di Malang dan hanya minta didoakan agar selamat selama di tanah suci,” tambahnya.

Karena hal tersebut, saat turun ke lapangan ketika melawan Persela Lamongan, Wildansyah pun bertekad memberikan penampilan yang terbaik untuk sang ibunda. “Saya percaya kekuatan doa dari orang tua, tidak hanya diberikan kemenangan untuk tim, saya pribadi pun diberikan rejeki tambahan dengan mencetak 1 gol,” tegasnya.

Menurutnya, usai pertandingan dirinya sempat berusaha untuk langsung pulang ke Bandung dan turut mengantar sang ibu ke bandara. “Namun tidak sempat lagi karena tiket sudah penuh dan ibu saya pun sejak Kamis (10/9) subuh juga sudah masuk asrama dan pergi ke bandara Soetta Jakarta. Rasanya cukup sedih, karena saya sangat dekat dengan beliau karena bapak sudah lama meninggal, tapi kemarin ada istri yang sudah menggantikan saya,” tambahnya.

Di turnamen Piala Presiden sendiri, pemain yang dibesarkan oleh Persib Bandung ini pun optimis SFC akan melaju lebih jauh lagi kedepannya. “Saya yakin sekali, karena penampilan tim terus meningkat di setiap pertandingan dan di tanggal 19 September nanti semoga kondisi fisik seluruh pemain sudah mendekati 100 persen. Apalagi SFC juga selama ini sangat dikenal sebagai tim yang punya tradisi kuat saat mengikuti sebuah turnamen,” ungkapnya.

Berbicara mengenai gol pertamanya untuk SFC, Wildansyah pun menjelaskan bahwa gol tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh pemain saat latihan. “Kalau dilihat, gol saya itu sebenarnya sudah kami latih setiap latihan. Umpan dari bek tengah ke daerah pertahanan lawan merupakan instruksi dari om Beny yang meminta bek sayap untuk aktif membantu serangan,” imbuh Wildansyah yang kerap dipanggil sebagai teller bank karen penampilannya yang modis dan tampangnya yang seperti pegawai kantoran ini.