Tahun 2015 segera berakhir, banyak peristiwa sepakbola nasional menarik yang terjadi sepanjang tahun ini. Berikut kami rangkum beberapa kejadian menarik seputar Sriwijaya FC selama tahun 2015 ini :

  1. Datangkan Pemain Bintang di Kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015

Hasil kurang baik SFC di musim 2014/2015 membuat manajemen SFC berbenah dan merombak habis tim. Beny Dollo direkrut menjadi pelatih kepala menggantikan Subangkit dan beberapa pesepakbola papan atas juga didatangkan untuk menambah kekuatan SFC, mulai dari Ferdinan Sinaga, duo Papua Titus Bonai dan Patrich Wanggai, pemain naturalisasi asal Belanda Raphael Maitimo hingga top skor liga Singapura Goran Ljubojevic.

  1. Kalah di Final Pra Musim SCM Cup

Meski bertabur bintang, namun skuad anyar SFC belum langsung nyetel dan harus puas sebagai runner up turnamen pra musim SCM Cup. Menariknya, babak final SCM Cup sendiri dimainkan di stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang setelah sebelumnya direncanakan digelar di Padang. Di partai pamungkas turnamen SCM Cup (27/1), laskar wong kito harus mengakui keunggulan Arema Cronus dengan skor tipis 0-1.

  1. Juara di Piala Gubernur Sumsel

Molornya pelaksanaan kompetisi QNB League 2015 membuat SFC berinisiatif menggelar turnamen sendiri dan Piala Gubernur Sumsel pun dimainkan dengan format setengah kompetisi (17-21 Maret). SFC sendiri berhasil menjadi juara di turnamen yang diikuti oleh 4 tim ini, setelah mencatat 2 kali kemenangan atas Martapura FC dan PSPS Pekanbaru serta hasil imbang sewaktu melawan Semen padang.

  1. 3 hasil imbang di 3 laga awal QNB League 2015

Mengarungi kompetisi QNB League 2015, SFC mencatat start kurang maksimal setelah hanya meraih 3 hasil imbang di 3 laga awal. Setelah ditahan imbang 1-1 melawan Semen Padang (4/4), kemudian 2-2 melawan PBR (7/4) di Palembang, SFC kemudian juga mencatat skor sama kuat melawan PSM Makassar 3-3 (11/4), namun adanya pembekuan PSSI oleh Kemenpora disusul jatuhnya sanksi FIFA membuat kompetisi QNB League pun akhirnya terhenti.

  1. Berlatih Di Bawah Kepungan Asap

Sempat dibubarkan beberapa waktu karena penghentian kompetisi QNB League 2015, skuad SFC akhirnya kembali dikumpulkan di Palembang untuk mengikuti turnamen Piala Presiden yang diselenggarakan oleh Mahaka Sports and Entertainment. Latihan perdana pun digelar berbarengan dengan peringatan hari kemerdekaan RI yakni 17 Agustus 2015. Menariknya, beberapa kali para pemain SFC harus berlatih dengan menggunakan masker karena kepungan asap yang terjadi di wilayah Sumsel. Selain itu, SFC pun tidak diperkuat oleh Ferdinan Sinaga yang dipinjamkan ke PSM Makassar.

  1. Kalah di Final Piala Presiden

Meski bermain baik sepanjang turnamen Piala Presiden, SFC akhirnya harus puas sebagai runner up setelah dikalahkan Persib Bandung di partai puncak yang dimainkan di stadion Gelora Bung Karno Jakarta (18/1). Gol cepat Ahmad Jufrianto di awal babak pertama serta gol Konate Makan jelang 45 menit pertama berakhir tidak bisa dibalas dan SFC harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 0-2.

  1. Pergantian Manajer Tim SFC

Usai Piala Presiden, SFC langsung bersiap mengikuti turnamen Piala Jenderal Sudirman, namun persiapan tim sedikit terganggu dengan mundurnya manajer tim Robert Heri di akhir Oktober. Kesibukan sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumsel membuat RH mundur dan akhirnya digantikan oleh Nasrun Umar, Kepala Dishubkominfo Sumsel. Selain itu, asisten manajer SFC Muchendi Marzareki juga sempat dinonaktifkan selama periode November – Desember 2015 agar lebih fokus menghadapi Pilkada Ogan Ilir sebelum akhirnya kembali bergabung dengan jajaran tim usai pelaksanaan Pilkada serentak tersebut.

  1. Gagal Lolos Dari Putaran Grup Turnamen Piala Jenderal Sudirman

Berstatus sebagai finalis Piala Presiden, SFC diluar dugaan gagal lolos dari babak penyisihan turnamen Piala Jenderal Sudirman. Bermain di Grup A, SFC harus puas menempati peringkat ketiga dibawah Arema Cronus dan Persija Jakarta. Mepetnya persiapan ditambah jadwal pertandingan yang ketat ditenggarai sebagai penyebak tidak maksimalnya SFC di ajang ini.

  1. Sanksi Untuk Ferdinan Sinaga dan Manajer Tim SFC

Tidak hanya gagal melangkah ke babak 8 besar, SFC pun mendapat sanksi tambahan dari Mahaka Sports and Entertainment selaku penyelenggara PJS yakni larangan 2 kali mengikuti pertandingan plus denda Rp 10 juta bagi Ferdinan Sinaga dan manajer tim Nasrun Umar. Ferdinan dihukum karena dianggap berbuat tidak sportif usai laga melawan Persija Jakarta (25/11), sementara Nasrun Umar mendapat denda karena meninggalkan bangku cadangan di partai yang sama. Namun tuduhan Mahaka terhadap manajer tim SFC yang dianggap berbuat anarkis tidak terbukti sama sekali sewaktu siding Komdis PJS.