PALEMBANG — Pentingnya peran sektor jasa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan devisa ekspor diungkapkan oleh Direktur Jendral Perundingan, Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Herliza usai menghadiri   Konsultasi Publik, ‘Perundingan, Perdagangan Jasa Kesehatan di Fora Multilateral, Regional dan Bilateral’ di Hotel Aryaduta Palembang, Kamis (08/9).

Menurutnya, Indonesia dalam forum mulilateral di Uruguay, belum memberikan komitmen sektor jasa kesehatan, tetapi pada perundingan di Doha Qatar, Indonesia telag memberikan tawaran awal jasa kesehatan (initial offer).

Tetapi, kata Herliza dalam forum regional telah dicapai kesepakatan Asean Frame Agreement On Services (AFAS). “Kedepan perdagangan  menggunakan teknologi digital, misal bisa melapirkan
layanan kesehatan melalui telekomikasi yang baik, melayani peberian advice, pemberian  konsultasi jarak jauh, tinggal peraturannya dipersiapkan. Peraturan nasionalnya dipersiapkan,” katanya.

Ditambahkannya, bagaimana peraturan di bidang kesehatan menjangkau perubahan yang akan datang, seperti di taxi online peraturannya tidak siap mengikuti dinamika yang lebih canggih dari perkembangna teknologi.

“Dari luarpun bisa melayani jasa kesehatan melalui digital. Kalau saya dari Ditjen KPI lebih fokus pada perdagangan dan perundingannya saja,” ungkapnya.

Ia berharap, kedepannya peraturan nasional harus mengikuti dinamika perkembangan yang akan datang,  dengan perkembangan teknologi peraturan harus mengikuti perkembangan itu. (juniara)

RelatedPost