PALEMBANG — Tawuran antar sekolah yang terjadi di Benteng kuto besak (BKB) tepat pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI), termasuk rencana akan dilakukan sanksi tegas pemecatan hingga kearah pelarangan bagi siswa sekolah disemua Kota apabila kedapatan melakukan tawuran.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Selatan Widodo, Jum’at (19/8) mengatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Diknas kota Palembang untuk meminta klarifikasi mengenai rencana mengeluarkan sanski tegas hingga kepada pengeluaran dari sekolah jika para siswa melakukan tawuran.

Widodo menjelaskan, memang perlu adanya sanksi tegas jika ada para pelajar yang melakukan tawuran karena mengganggu ketertiban yang berdampak pula terhadap citra sekolah asal siswa belajar, namun sanksi yang seperti apa, itu yang perlu dikaji secara cermat.

” Sanksi tegas saya setuju, namun seperti apa sanksi bagi siswa yang melakukan tawuran, itu yang akan kita bicarakan dengan pihak diknas kota Palembang,” urainya.

Ditambahkannya, sanksi hendaknya jangan menyimpang dari tujuan awal dalam mengembangkan pendidikan, sanksi harus merujuk kepada sistem yang membuat efek jera dan edukasi, jangan sampai sanksi justru menimbulkan masalah baru.

“Kalau sampai nantinya siswa dikeluarkan dan ditutup akses untuk bersekolah dimanapun di Palembang, tentu akan menimbulkan masalah baru,” tegasnya.

Kedepan dikatakan Widodo juga akan dilihat, mengenai komunikasi pihak sekolah bersangkutan dengan siswanya, lalu hubungannya dengan para orangtua murid dan pihak terkait, sehingga akan diketahui solusi agar siswa tidak melakukan tawuran lagi.

Seperti diketahui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kota Palembang segera mengeluarkan peraturan mengenai pemberian sanksi keras bagi siswa yang melakukan tawuran. Tak tanggung-tanggung, sanksi keras ini berupa pengeluaran para siswa dari sekolah hingga tidak akan diterima lagi di seluruh sekolah di kota Palembang .

Hal itu dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar tidak ada lagi siswa yang berfikir untuk melakukan tindakan tawuran yang notabene sangatlah meresahkan masyarakat.

Kabid SMP/SMA/SMK Disdikpora kota Palembang, Lukman haris sebelumnya mengatakan sudah menyampaikan mengenai rencana pemberian sanksi tersebut,  tidak hanya kepada kepala sekolah yang siswanya pelaku tawuran, namun juga seluruhnya, agar disampaikan langsung kepada seluruh siswanya untuk tidak tawuran.

“Diharapkan para siswa tahu dan paham sehingga berfikir tidak melakukan hal yang sama, khusus tawuran kemarin pihaknya meminta kepala sekolah untuk memberikan surat pernyataan kepada setiap wali orang tua yang anaknya pelaku tawuran dan berjanji tidak mengulangi lagi, dengan syarat, apabila terulang kembali maka siswa tersebut harus siap angkat kaki dari sekolah, tidak ada toleransi” tegasnya. (juniara)

Artikel Terkait