PALEMBANG — Untuk mencapai standarisasi kinerja guru di Palembang, sebanyak 700 kepala Sekolah dan guru tingkat TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK mengikuti pembinaan guru se- Kecamatan Ilir Timur (IT) II, di SMK Negeri 6 Palembang, Senin (14/11).

Wakil Walikota Palembang, Fitri Agustinda di sela kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut untuk melakukan pembinaan pada guru, khususnya di wilayah IT II, agar dapat mengetahui persoalan atau masalah yang ada di lingkungannya.

“Kita berhara kedepannya agar sekolah di Kecamatan IT II bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disdikpora) kota Palembang, Ahmad Zulinto mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan pembinaan kepada guru, agar lebih terjalin suatu interaksi kepada siswa.

“Dengan pembinaan seperti kita akan menyampaikan permasalahan guru dan juga pemebelajaran. Diharapkan akan ada suatu interaksi guru dengan siswa. Tidak hanya itu saja, namun pembinaan kompetensi guru juga harus kita bina,” tuturnya.

Kepala unit pelaksanaan tingkat dinas (UPTD) Dikpora Kecamatan IT II, Akhmad Kamil menambahkan, kegiatan yang rutin dari disdikpora ini, untuk mengadakan pembinaan kepada guru-guru disetiap kecamatan. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat kepala-kepala UPTD se Kota Palembang denganĀ  kepala dinas.

“Kegiatan ini bentuk tindak lanjut dari hasil rapat kita (seluruh kepala UPTD). Kita berharap dengan adanya pembinaan ini, guru lebih baik lagi. Dan pemerintah akan tahu persoalan guru selama ini,” tuturnya disela acara pembinaan guru.

Ia mengkhawatirkan, di,tahun 2020 nanti semua guru negeri akan habis (pensiun), dan berharap guru honor dapat diangkat menjadi guru honor daerah (honda).

“Kendala dilapangan terhadap tenaga pendidikan yang ada di Kecamatan IT II, ada beberapa guru yang saat ini sudah mulai pensiun, di khawatirkan pada tahun 2020 nanti, semua guru Negeri akan habis (pensiun). Untuk itu kita mengupaya dan kita memohon kepada pemerintah, kiranya guru honor saat ini dapat langsung diangkat menjadi guru honor daerah (honda) yang kemungkinan untuk gajinya akan ada standarisasi,” singkatnya. (juniara)

RelatedPost