PALEMBANG — Untuk memungkinkan setiap warga Negara Indonesia mendapatkan akses dan jaminan pelayanan kesehatan serta meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia, pemerintah telah mengimplementasikan program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKS -KIS) sejak 2014 lalu.

Hingga kini, sudah 70 persen masyarakat Indonesia mengikuti program JKN -KIS dari jumlah seluruh penduduk Indonesia, program ini diharapkan mampu meretas jalan perubahan demi Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Menteri Pemberdayaan Kemanusiaan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani saat menghadiri Rapat Arahan Strategis Nasional tahun 2017 BPJS Kesehatan di hotel Aryaduta, Rabu (25/01) mengatakan program JKN – KIS merupakan salah satu tujuan dari kita merdeka seperti yang diamanatkan oleh konstitusi adalah untuk memajukan kesejahteraan umum.

“Disinilah peran penting dari BPJS Kesehatan yang mengelola program JKN-KIS guna meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui Jaminan Kesehatan. Perlu kita ketahui kehadiran BPJS yang mulai beroperasi pada tiga tahun lalu telah memberikan dampak nyata bagi status kesehatan masyarakat,” katanya.

Diungkapkan Puan Maharani, agar kesinambungan program JKN – KIS tetap terjaga perlu dilakukan langkah sistematis dan menyeluruh melalui penguatan regulasi serta kerjasama dari semua pihak yang terkait.

Sementara, dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin mengatakan, sebagai provinsi pelopor berobat gratis yang telah diterapkan sejak tahun 2008 lalu, pemprov Sumsel juga telah melakukan hal yang sama yakni menyelaraskan program berobat gratis dengan program BPJS dari pemerintah pusat.

“Kita tetap menjalankan perintah UU No 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan akan menyatukan program berobat gratis dengan BPJS,” kata orang nomor satu di Sumsel ini.

Dikatakan Alex Noerdin, provinsi Sumsel terus mengedepankan pelayan kesehatan serta pendidikan gratis untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

“Jika SDM telah terbangun dengan baik, maka pembangunan provinsi Sumsel dari segi apapub akan lebih maju lagi, karena sumber daya yang melimpah di Sumsel butuh dikelola oleh sdm yang berkualitas,” singkatnya. (juniara)

Related Post