PALEMBANG — Teknologi saat ini sudah menjadi tren di seluruh dunia, termasuk juga di Indonesia. Berbagai golongan, mulai dari yang muda hingga yang tua turut menggunakan perkembangan teknologi.Beragam aplikasi pun muncul, termasuk sosial media yang kini sangat digandrungi. Mulai dari facebook, twitter, instagram  hingga layanan chatting seperti skype, bbm atau whats app.

Aplikasi pertemenan pun menjamur, bahkan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender) pun punya layanan khusus. Salah satunya adalah,Grindr, aplikasi yang dikhususkan untuk kaum gay, biseksual dan bi-curious, dikembangkan oleh GRINDR LLC dan dirilis pada tanggal 25 Maret 2009.

Berjalan pada perangkat iOS, Android , dan Blackberry OS, Grindr menawarkan versi gratis dan berbayar (Grindr Xtra). Aplikasi ini memanfaatkan fitur geolokasi pada perangkat, yang memungkinkan seorang pengguna untuk menemukan pengguna lain yang berada dalam jarak dekat dengan dirinya.

Antarmuka aplikasi ini berupa gambar kotak-kotak yang menampilkan foto pengguna, yang diurutkan dari yang lokasinya paling dekat hingga paling jauh. Memilih sebuah gambar akan menampilkan profil singkat pengguna yang bersangkutan, serta pilihan untuk mengobrol (chatting), mengirim foto, dan berbagi lokasi.

Media sosial menjadi salah satu momentum karena memudahkan kaum LGBT melihat profil user lainnya secara lebih rinci dan berbagi foto. Pada akhirnya, muncul smartphone dan tablet yang menjadi alternatif sekaligus menjawab keterbatasan PC yang sulit untuk mobile. (maz)

RelatedPost