Laskarwongkito – Menjadi anak rantauan, memang banyak sekali suka dukanya. Mulai dari keharusan untuk siap mandiri. Sudah harus bisa mengatur keuangan. Tugas belajar dari orangtua yang harus diselesaikan tepat waktu. Dan lain sebagainya.

Belum lagi jika harus mudik ke kampung halaman karena suatu alasan, seperti mudik lebaran misalnya. Hal ini akan menjadi dilema tersendiri, yang jika tidak bisa dimanajemen dengan baik, akan menjadi penyebab sesak di dada menanggung kerinduan. Deuh..

Bagi anak kos, gagal mudik rasanya kecewa luar biasa. Niat hati pengen lebaran bareng keluarga, tapi apa daya tak bisa terwujud.

(sumber foto: hipwee.com)

Eits, tapi kamu jangan sampai terbawa kesedihan yang berlarut-larut ya. Lebaran harusnya dirayakan dengan penuh syukur dan sukacita. Banyak hal yang bisa kamu lakukan saat merayakan lebaran di kota perantauan, kok. Ini contohnya :

 1. Ikut Takbiran dan Sholat Ied bareng warga setempat. Ini bisa mengakrabkan hubungan dengan lingkungan sekitar kamu.

Ketika nggak bisa mudik, kamu bisa takbiran di masjid terdekat. Kalau ada temanmu yang gagal mudik juga, ajak dia takbiran bareng warga setempat. Besoknya, jangan sampai kamu melewatkan Sholat Ied meskipun nggak bareng keluarga. Lagipula cuma 2 kali dalam setahun, sayang kan?

Selain dapat pahala, kamu juga bisa bersilaturahmi dan berbaur dengan warga setempat di lingkungan sekitarmu. Siapa tahu ketemu jodoh? Siapa tahu lho ya..

 2. Manfaatkan momen ini untuk mengunjungi teman, syukur-syukur disuguhi ketupat lebaran

Lebaran selalu identik dengan tradisi silahturahmi. Bagi kamu yang nggak bisa mudik, kamu bisa memanfaatkan momen libur lebaran untuk berkunjung dan bersilahturahmi ke rumah teman lama yang jarang kamu temui pada hari biasa.

Atau kamu juga bisa sekedar bersilaturahmi ke rumah temanmu yang memang akamsi (anak kampung sini-red).

Kalau kamu beruntung, kamu akan disuguhi ketupat lebaran atau jajanan khas lebaran. Silaturahmi dan makan enak di satu momen tentu menyenangkan, bukan?

(sumber foto: harianbernas.com)

 3. Nggak bisa sungkem, telepon orang tua dan kerabat pun jadi suatu hal yang bakal mengharukan.

Menyedihkan memang, ketika kita nggak bisa pulang ke rumah saat lebaran. Karena momen paling berharga adalah sungkeman dan bermaaf-maafan. Meski kamu nggak bisa melakukannya secara langsung, karena jarak, kamu bisa kok menyampaikannya lewat telepon.

Hal ini nggak boleh dilewatkan, ungkapkan penyesalan atas ketidakpulanganmu, dan sampaikan maaf atas segala kesalahanmu pada mereka. Hal ini akan mengobati rasa kangen kamu dan dapat merasakan suasana yang ada di rumah.

 4. Daripada kesepian, ajak teman senasibmu lalu pergi jalan-jalan

Kesibukan di hari biasa mungkin membuat kamu jarang bepergian atau sekedar jalan-jalan. Nah, coba ajak teman senasib yang juga nggak bisa mudik buat pergi jalan-jalan.

Liburan nggak perlu jauh-jauh, naik motor ke kota tetangga juga sudah cukup. Atau kamu bisa juga mengunjungi tempat wisata. Berada di tempat keramaian memang bisa mengusir kesepian, lho!

5. Merenungi diri dan introspeksi juga penting, suasana yang sepi sangat mendukung usahamu untuk beritikaf

Pernah coba beritikaf?

Nah, momen saat kamu tidak bisa mudik lebaran, bisa dimanfaatkan untuk belajar beritikaf. Belajar lebih khusyuk beribadah dan merenungkan hidup saat beritikaf. Di saat seperti ini kamu akan merasa lebih dekat dengan sang pencipta. Kamu akan lebih mensyukuri apa yang sudah kamu miliki, salah satunya keluarga. Sehingga kamu bisa merenungkan bagaimana seharusnya menjalani kehidupan di hari yang akan datang.

Tuh kan, masih banyak hal positif yang bisa dilakukan. Jangan baperan. (red/dil)

Artikel Terkait