PALEMBANG — Sekitar 22 hektar lahan di kampus Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang terdapat bangunan liar yang rencananya akan ditertibkan oleh Pemerintah provinsi Sumatera Selatan.

Plt Sekretaris Daerah Sumsel, Joko Imam Sentosa mengatakan, dari 22 hektare lahan Poltekpar terdapat 41 bangunan liar berupa rumah warga yang non permanen.

“Kita kategorikan liar karena ada warga yang menempati lahan Poltekpar dan itu bukan tanah mereka, jadi saya rasa mereka akan menyadari dan tidak ada ganti rugi,” kata Joko usai memimpin rapat persiapan penertiban bangunan liar di lahan pembangunan Poltek Pariwisata Palembang, di ruang rapat Bina Praja Sumsel, Senin (27/03).

Joko mengungkapkan, langkah ini diambil karena memang sesuai aturan yang ada masyarakat tidak boleh membangun rumah atau sejenisnya diatas lahan yang bukan milik sendiri.

“Karena tidak dibolehkan menggunakan lahan yang bukan miliknya, maka setelah rapat ini sesuai kesepakatan akan kita lakukan pertama dengan mengirimkan surat pemeberitahuan penertiban kepada 41 bangunan liar ini, kita berharap mereka dapat mengerti dan bekerjasama” tutupnya. (juniara)

Artikel Terkait