PALEMBANG — Setelah melalui seleksi yang ketat, 4 pemain alumnus tim sepakbola PON Sumsel yakni Andes Adinata, Yogi Novrian, Achmad Fatoni dan Jufrianto akhirnya dipastikan lolos saringan masuk menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia. Keempatnya sendiri mengikuti seleksi ini melalui jalur khusus yakni penyaringan atlet berbakat dari seluruh Indonesia.

Kepastian ini disampaikan oleh Bambang Supriyanto, pengurus Asprov PSSI Sumsel dan asisten manajer PON Sumsel saat dihubungi Senin (31/10) siang. “Usai PON lalu, memang kita mengarahkan beberapa pemain kita untuk mengikuti seleksi TNI, kami bersyukur karena ada 5 pemain kita yang akhirnya mendapat undangan khusus,” jelasnya.

Awalnya, selain 4 nama tersebut pihaknya juga memasukkan nama penjaga gawang Sriwijaya FC senior yakni Teja Paku Alam. “Namun karena Teja sedang fokus ke tim SFC senior maka batal mengikuti seleksi, yang jelas kami semua di Asprov PSSI Sumsel sangat bangga dengan pencapaian ini,” ungkapnya.

Menurutnya, sejak awal pihaknya sudah optimis keempat pemain tersebut dapat lolos seleksi masuk prajurit TNI. “Fisiknya tidak ada masalah dan kualitas teknik bermain bola yang juga menjadi salah satu penilaian juga tidak kita ragukan. Karena sebelum di tim PON Sumsel mereka semua adalah alumnus SFC U21 yang dalam 2 musim terakhir merupakan tim junior terbaik di Indonesia,” tambahnya.

Bambang mengaku pihaknya memang sengaja mengarahkan dan menawarkan kepada skuad PON Sumsel lalu untuk mengikuti seleksi TNI ini. “Masa depan mereka terjamin nantinya, selain itu usai seleksi ini keempatnya juga akan kembali ke SFC dan kami harap mereka juga tetap akan bermain di Palembang, karena mereka juga binaan kita selama ini. Kecuali nanti bila ada tugas dari kesatuan maka mereka wajib untuk pulang lagi ke markas,” bebernya.

Dari 4 nama tersebut, Yogi Novrian sejak awal musim ini juga menjadi bagian dari skuad SFC. Sementara Andes Adinata, kapten tim PON Sumsel baru didaftarkan pada awal putaran kedua. Sedangkan Achmad Fatoni merupakan alumnus SONS dan pemain asal OKU Timur yang dijaring melalui ajang Porprov Sumsel 2 tahun lalu di Lubuk Linggau. (dedi)

RelatedPost