PALEMBANG — Wakil Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel) Ishak Mekki menerima kunjungan kerja Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), KGPAA Pakualam X beserta Rombongan di ruang rapat Bina Praja Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Jumat (03/03).

Kunjungannya kali ini dalam rangka melakukan monitoring dan Checking lokasi penempatan transmigran asal Yogyakarta dan penjajakan kerjasama antar daerah program transmigrasi tahun 2018.

“Kami mewakili pemerintah DIY, melihat warga kami yang kebetulan menjadi transmigrasi di Sumsel,  khususnya di Kabupaten Lahat, Keban Agung, dengan total 25 Kepala Keluarga (KK) sampai dengan tahun ini, ” ungkap Wakil Gubernur DIY.

Ia juga mengungkapkan, saat menuju Kabupaten Lahat, Bupati Lahat serta jajaranya langsung mengantarkan dan mendampingi rombongannya untuk melihat warga DIY yang transmigrasi di Kabupaten Lahat.

“Jadi kami lihat kesana di antar langsung oleh Bupati serta jajaranya, sambil berdiskusi dan berdialog dengan warga DIY, dan kami juga membawakan oleh oleh yaitu bibit cabai, bibit unggul padi sayur mayur untuk mereka, ” tuturnya.

Selain itu,  KGPAA Pakualam X menyampaikan rasa terima kasihnya atas nama pemerintah DIY dan rakyat Yogyakarta, Kepada Pemerintah provinsi Sumsel dan khususnya kepada pemerintah kabupaten Lahat, karena telah memperhatikan, memfasilitasi warga DIY yang melakukan transmigrasi di Lahat.

Sementara, Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki menyampaikan rasa syukur atas daerah transmigrasi yang sudah ditempatkan di Sumsel rata-rata hidupnya telah sejahtera.

“Alhamdulillah mereka dapat mensekolakan anaknya,  rumahnya sudah bagus-bagus, yang berada di Sumsel, ” kata dia.

Diungkapkan Orang nomor 2 di Sumsel, dengan wilayah Sumsel yang sangat strategis dekat dengan ibu kota Jakarta juga jalan lintas menuju kesana di terlalu lama untuk menempuhnya, bukan hanya DIY yang ingin melakukan transmigrasi tetapi Provinsi lain juga menginginkan masyarakat untuk transmigrasi ke sumsel.

“Tapi kondisi lahan kita  sekarang lagi sulit lain dari zaman dulu sebelum merdeka sudah melakukan transmigrasi sampai sekarang, tapi kita usahakan,  di karenakan tahun 2018 sekitar 40 KK dari DIY menginginkan transmigrasi ke wilayah,” singkatnya. (juniara)

Artikel Terkait