PALI — Program cetak sawah baru di wilayah Kabupaten PALI yang ada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab bakal diteruskan kembali.Setelah tahun 2016 lalu, seluas 1030 hektar lahan telah dibuka dan selanjutnya di tahun 2017 ini bakal digarap kembali lahan sekitar 1000 hektar yang ada di tiga Desa ,yakni di Desa Tanjung Kurung 400 hektar, Desa Prambatan 400 hektar dan di Desa Pengabuan 200 hektar untuk cetak sawah baru.

Untuk sawah yang sudah di cetak seluas 1030 hektar,sebagian telah ditanami pada bulan Oktober 2016 lalu, namun akibat banjir yang melanda pada bulan Nopember, sebagian sawah ada yang mengalami kerusakan dan dipastikan harus menanam ulang. Tetapi sebagian lagi sudah ada yang siap panen.

Keterangan itu didapat langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI Torus Simbolon. Menurut Torus, dalam bulan Januari ini,lahan yang mengalami kerusakan akibat banjir, oleh petani bakal ditanami kembali dengan bantuan pemerintah kabupaten PALI yang menyiapkan bibit, pupuk serta peralatan penunjang lainnya.

Untuk mengatasi lahan yang sudah dicetak,namun belum selesai dibagikan kepada masyarakat, Dinas pertanian juga bakal menggandeng Koperasi TNI untuk bersama-sama masyarakat menggarap lahan yang tersebut, dengan catatan seluruh masyarakat setuju,agar lahan tersebut tidak terbengkalai.

“Dalam waktu dekat ini,kita akan garap kembali lahan yang sudah ditanam namun rusak karena banjir pada bulan Nopember lalu,untuk kemudian ditanam kembali dengan dibantu sepenuhnya oleh pemerintah daerah, menggunakan peralatan yang sudah ada.Karena kita telah menyiapkan bantuan bibit selama tiga kali musim tanam,” ungkap Torus.

Ditambahkannya,penambahan pintu-pintu air pun bakal segera dibangun,untuk mempermudah saluran air keluar. Serta kanal yang masih dangkal bakal ditambah kedalamannya, dengan menggunakan alat berat milik Kodim yang masih standby dilokasi.

“Anggaran untuk menambah pintu air berasal dari APBD provinsi, dan peralatan yang bakal digunakan untuk melebarkan serta memperdalam kanal, kita gunakan alat berat milik Kodim yang masih berada di lokasi. Gunanya agar kedepan apa yang kita harapkan bisa tercapai, yakni mewujudkan PALI salah satu lumbung padi di Sumsel,” bebernya.

Sementara untuk menggarap kembali pencetakan sawah baru, Torus menjelaskan di bulan Februari ini juga segera dikerjakan.

“1000 hektar lagi bakal digarap, dengan syarat tanah tersebut benar-benar ada pemiliknya. Dan yang sudah lengkap persyaratannya adalah Desa Prambatan, dimana lahan tersebut milik desa setempat,” jelasnya. (yudhi)

Artikel Terkait