PALEMBANG — Sebanyak 10 daerah kabupaten/kota rawan bencana di Sumatera Selatan wasapada banjir dan longsor saat musim hujan seperti yang terjadi sepanjang bulan oktober 2016.

Kepala BPBD Sumsel Iriansyah, senin (31/10) mengatakan, berdasarkan pantauan hingga saat ini di Sumsel, setidaknya ada 10 daerah yang menjadi perhatian khusus oleh pihak terkait karena rawan banjir dan longsor.

Beberapa daerah rawan banjir tersebut yakni Musi Banyuasin, Ogan Ilir, Musirawas, PALI, Lahat, Banyuasin, OKI, Muaraenim, OKU Timur, dan Palembang.

Sementara tujuh daerah rawan longsor yakni Musi Banyuasin, Lahat, Empat Lawang, Pagaralam, OKI, Muaraenim dan OKU Selatan.

“Pemprov menginstruksikan pemerintah  kabupaten/kota dan BPBD daerah untuk meningkatkan status daerah. Instansi terkait yakni PU Bina Marga, PU Pengairan, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta Badan SAR pun harus saling berkordinasi,” ujarnya.

Di daerah yang rawan longsor, terutama kawasan dataran tinggi akan disiagakan alat berat oleh Dinas PUBM dan. Dinkes dan Dinsos dapat menyiapkan posko untuk keperluan kesehatan dan pangan, makanan, tenda dan peralatan.

Lebih lanjut Iriansyah menyatakan meski di Sumsel sejauh ini tidak terlalu darurat jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain di Indonesia, namun masing-masing tetap siap.

“Kita tidak terlalu darurat. Tapi siap. Soal longsor di OKU Selatan kita belum dapat rincian perkembangannya. Kita sedang siaga di seluruh 15 BPBD kabupaten/kota. Dengan SAR Sosial PUBM, PU Pengairan. Untuk di OKU Selatan kecamatan simpang Diaji. Kawan-kawan sedang menanggulangi. Itulah tugas BPBD Kabupaten. Namonyo hujan, gerakan tanah bereser,” katanya

Ia juga menyampaikan, untuk daerah rawan longsor biasanya pada dataran tinggi seperti Lahat, Empatlawang, Pagaralam.Sedangkan daerah rawan banjir seperti PALI, Muratara Mura, Muba, Banyuasin, Muaraenim, OKU Timur, OKU, OKI, OI, Palembang  telah disiapkan 2 perahu karet per kabupaten.

Cuaca ekstrem dan hujan lebat yang terjadi beberapa hari ke belakang serta dan diprakirakan masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan, diharapkan diwaspadai terutama potensi bencana seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung.

Sementara itu sebelumnya, Gubernur Sumsel Alex Noerdin menyatakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel serta seluruh instansi terkait lainnya telah diinstruksikan untuk selalu siap mengantisipasi dan menanggulangi kemungkinan potensi bencana yang mungkin terjadi.

“Muda-mudahan di Sumsel tidak akan terjadi bencana separah didaerah laim di Indonesia. Namun BPBD Sumsel sudah dipersiapkan menghadapi kejadian tersebut terutama pada saat cuaca ekstrem seperti sekarang ini hingga cuaca kembali normal,” tegasnya. (juniara)

RelatedPost