PALEMBANG — Perayaan Halal Bihalal Dinas Pendidikan provinsi Sumatera Selatan diwarnai kabar yang tidak menyenangkan, sebelum Halal Bihalal yang digelar pukul 13.00 WIB di Griya Agung, Kamis (20/7) Polda Sumsel melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di kantor Dinas Pendidikan Sumsel tepatnya di gedung Sertifikasi Guru sekitar 10.00 WIB pagi.

Dari hasil OTT yang dipimpin langsung oleh Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Prasetijo Utomo menduga adanya tindakan pungutan liar (Pungli) terkait sertifikasi guru.

Terkait hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengaku dirinya belum mendapatkan laporan resmi dari pihak kepolisian.

“Ya itu belum jelas, saya belum dapat laporan dari kepolisian. Kabarnya bidang yang mengeluarkan sertifikasi guru, dan Widodo (Kadisdik Sumsel) tadi bilang tidak seluruh guru mungkin satu dua yang mengalami pungli, itu belum jelas,” ungkap orang nomor satu di Sumsel ini saat diwawancarai di Griya Agung, Kamis (20/7).

Alex mengatakan, jika memang yang tertangkap OTT tersebut terbukti bersalah, kepolisian berhak memprosesnya secara hukum dan menjatuhkan sanksi sesuai aturan.

“Untuk sanksi kita liat dulu ini belum jelas, kalau memang seperti itu (melakukab pungli) dan terbukti silahkan diproses secara hukum,” ujarnya.

Menurutnya, setiap upacara apel pagi di dinas masing-masing telah diberikan himbauam agar tidak melakukan tindakan pungli ataupun KKN. “Setiap apel sudah dihimbau, hati-hati sekarang ya namanya juga manusia. Tapi saya masih menunggu penjelasan resmi dari pihak kepolisian. Kalau memang salah ya berenti,” tukasnya. (juniara)

Artikel Terkait